To Stress or Not To Stress …..

14 Februari, 2009 pada 10:14 am | Ditulis dalam Grace | Tinggalkan Komentar

Tuntutan pekerjaan yang tinggi, seringkali membuat seseorang stres berat. Kondisi ini masih bisa diperparah dengan faktor lingkungan yang tidak mendukung. Misalnya ruangan kantor yang tidak nyaman, rekan-rekan kerja yang tidak saling peduli, atau atasan yang ‘streng’. Makanya jangan heran kalau banyak orang stres berkeliaran di kantor Anda. Maklumi sajalah, mereka itu pada dasarnya sedang tertekan dengan kondisi yang tidak sesuai harapan.

Gejala-gejala orang stres pun mudah dideteksi, karena bisa terlihat baik secara fisik maupun psikis. Jika Anda tertarik untuk mengetahui siapa saja yang tengah mengalami depresi di kantor, atau jangan-jangan Anda sendiri tengah mengalaminya.

Gejala fisik ditandai dengan seringnya sakit kepala yang berlebihan, baik menyeluruh maupun sebagian (migrain). Bahkan kepala terasa mau pecah. Selain itu, terjadi ketegangan pada otot-otot leher dan punggung, sulit bernapas, wajah pucat, serta cepat merasa lelah.

Di luar gejala fisik, orang-orang yang stress seringkali bereaksi berlebihan. Baik dalam ucapan, memberi komentar, saran maupun permohonan. Hal ini terjadi karena mereka berusaha mencari perhatian orang-orang di sekelilingnya.

Mereka yang stres kadang justru terlihat kurang aktif. Sebagian lagi bahkan tidak aktif sama sekali. Mereka terlihat tak bersemangat dan nggak ada gairah untuk menyelesaikan pekerjaan. Makanya orang-orang stres yang termasuk dalam kategori ini kualitas kerjanya sangat buruk. Mereka lebih suka melamun, berkhayal, dan bermalas-malasan. Jika diajak bicara responnya pun sangat lamban. Mereka enggan berbicara apalagi mengeluarkan pendapat. Lebih buruk lagi, mereka jadi sering terlambat ke kantor atau bahkan tidak datang. Pendek kata, gairah mereka untuk bekerja nyaris hilang sama sekali.

Di lain sisi, sebagian dari orang stres justru dapat menjadi sangat aktif. Aktivitas mereka cenderung tak terkontrol. Mereka gemar berpindah-pindah dari satu meja rekan ke meja rekan lain. Mereka juga suka mondar-mandir ke luar ruangan dan tertawa keras-keras, meskipun tidak ada sesuatu yang lucu. Kadang, mereka terlihat sangat giat bekerja, bahkan tahan berjam-jam di depan komputer tanpa beranjak sedetik pun. Tapi jangan salah, meski terlihat aktif, mereka ini tidak produktif. Karena keaktifannya itu hanya untuk melampiaskan perasaannya yang tertekan.

Mengetahui gejala stres akan memudahkan Anda untuk berkomunikasi dengan rekan kerja lainnya, sehingga Anda mampu mengerti ketika rekan kerja Anda mulai mudah tersinggung, malas, dan produktivitas kerjanya menurun. Namun siapapun yang terkena stres, selalu ada cara untuk mengatasinya. Jangan diam aja, cobalah menerima kenyataan dengan lapang dada. Jika hati Anda lapang, tentu ada jalan untuk bangkit dari stres dan keputusasaan.

Intinya, stress itu penyakit. Kena stress bikin hidup gak nyaman.

So jaga baik2 kesehatan….


Tinggalkan sebuah Komentar »

Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.